tak hanya titik di penghujung kalimat itu, bahkan torehan kata tamat pun tak akan sanggup merenggut kau daripadaku
“Tak selamanya sepi itu mengendap dalam gelap. Ada yang mereguk sepi di antara gedung metropolitan, di pasarmalam, di dalam keramaian.” — Minggu, 3 Januari 2010
Saya, Gunawan Rudy, seorang Indonesia yang terlahir di belantara hutan rimba (kini hamparan kelapa sawit sejauh mata memandang) Kalimantan pada bulan April 1990.
Dua tahun terakhir berdomisili secara nomaden di Jogyakarta, bergumul dengan studi dan cinta pekerjaan. Sempat tersesat di jurusan Hubungan Internasional, hingga akhirnya berlabuh di Antropologi Budaya. Tersadar bahwa lebih dapat menikmati lorong-lorong urban yang kumuh dan menjejak sawah ladang ketimbang meja diskusi yang bersih dan berpendingin ruangan. Potret sebuah dinamika, eh?
Menggauli buah tangan Pramoedya Ananta Toer, Goenawan Mohamad, dan Romo Sindhunata, sembari menikmati alunan lagu dan musik mulai dari Viky Sianipar, Hirano Aya, Bossanova Jawa, YUI, Iwan Fals, Queen, White Shoes & The Couples Company, KLa Project, Broery Marantika, Didi Kempot, Shaggydog, hingga Sri Redjeki. Kesemuanya untuk pencapaian orgasme pikiran, dengan katalis anggur merah cap Orang Tua, dan sigaret kretek Dji Sam Soe apalagi Djarum Super.
Menulis apa adanya dan seenak hantaman tuts kibor di blog gun.web.id ini. Bisa ditemui sisi seriusnya jika sudi membaca torehan pikir pada gunawanrudy.com dan betang.com. Yang disinggung terakhir merupakan sebuah proyek dokumentasi dalam jaringan mengenai region Kalimantan Tengah. Silakan tegur melalui surat kepada saya@gunawanrudy.com.
Menyukai manusia, menikmati manusia, mencoba mengupas manusia dari kulit terluar sampai biji terdalam.
“Aku bukan konservatif, bukan protestan, bukan sosialis. Aku bukan hindu, bukan katolik, bukan tradisionalis. Aku bukan buddha, bukan yahudi, bukan liberalis. Aku bukan islam, bukan westernis. Aku bukan reformis, bukan orientalis. Aku bukan konghucu, bukan anarkis. Aku bukan nasionalis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah tiada, aku adalah semuanya.”
Jogyakarta [7°45'53''S 110°24'14''E] 1 April 2009
Hari Jumat, 3 April 2009 pukul 11:38 WIB
Pertamax reserved.
Hari Selasa, 11 Agustus 2009 pukul 22:50 WIB
keduax claimed…

Hari Kamis, 27 Agustus 2009 pukul 12:41 WIB
Kita sama2 NASAKOM dan juga april 90,
cuman kalau saya sedang berusaha masuk PMDK (Persekutuan Mahasiswa Dua Koma)..
hehehehhh…
Hari Jumat, 28 Agustus 2009 pukul 3:03 WIB
hei, nice to know u darl,,
kmarin aku bis nonton fil mu yang cin(t)a..
gue berasa nonton diri gue selama 8 tahun belakangan ini…
hahaha
maaf yah diriku jadi sedikit pelacur(pelan2 curhat) hehehe…
tapi aku agak sedikit kurang berkenan pada saat endingnya, ga “hollywood ending” hehehehe
aku putus ma pacarku yo ngono kui, gara2 religion!
al hasil gue sekarang jadi ga jelas akan keyakinan..
lebih tepatya bukan Atheis mungkin, but, humanis.
i believe in God, but i don’t believe with religion…
tapi balik ke individu masing2…
tapi untuk film mu,
* bravo
* class
* elegant
* ideal
* jim dandy
* magnificent
* marvelous
* masterful
* masterly
* palatial
Thank you alot darl,,

Hari Senin, 21 Desember 2009 pukul 5:49 WIB
Coba lihat situsmu via Google Chrome, deh.
Hari Senin, 21 Desember 2009 pukul 9:00 WIB
Nggak ada yang salah.
Paling cuma cache-nya belum bersih. Refresh sekali aja, beres kok.
Hari Sabtu, 2 Januari 2010 pukul 23:36 WIB
Sip. Betul sekarang.
Bytheway, Windows 7 belon kedetek, mas?
Hari Jumat, 12 Februari 2010 pukul 0:48 WIB
[...] bukti paling ‘top’ adalah adanya halaman berikut ini, narsis senarsis-narsisnya… *muke ijo* *jadi ndak usah dipajang fotonya [...]
Hari Kamis, 27 Mei 2010 pukul 8:18 WIB
aku putus ma pacarku yo ngono kui, gara2 religion!al hasil gue sekarang jadi ga jelas akan keyakinan..lebih tepatya bukan Atheis mungkin, but, humanis.i believe in God, but i don’t believe with religion…tapi balik ke individu masing2…tapi untuk film mu,* bravo* class* elegant* ideal* jim dandy* magnificent* marvelous* masterful* masterly* palatial
+1