tak hanya titik di penghujung kalimat itu, bahkan torehan kata tamat pun tak akan sanggup merenggut kau daripadaku
Sudahkah Anda menengok tulisan saya sebelum ini? Ya, yang tentu saja mengenai sebuah lukisan Muhammad, Yesus, dan Gautama. Tulisan yang saya maksudkan untuk bertanya saja perihal siapa pelukis lukisan tersebut.

Awalnya saya menemukan lukisan tersebut di sebuah halaman Facebook (saya lupa halaman apa dan apa alamatnya). Tidak ada keterangan jelas tentang lukisan di halaman tersebut, namun karena menarik, langsung saya simpan. Beberapa waktu kemudian saya jadi penasaran dan melihat kembali lukisan tersebut. Menarik, sangat menarik. Tokoh tiga agama besar dunia disejajarkan. Saya bertanya-tanya, siapa pelukisnya, apa motifnya membuat lukisan tersebut?
Oleh karena itu tanpa tendensi apa-apa saya merilis tulisan tentang lukisan tersebut di blog ini. Sekadar bertanya kepada pembaca apakah ada yang tahu siapa pelukisnya. Gayung bersambut, atas info dari bung leksa dan pencarian dari bung lambrtz saya akhirnya tahu siapa pelukisnya.
Lukisan bergaya Neo-Byzantium tersebut dilukis oleh Christina Varga. Dan sebenarnya bukan dalam satu kanvas, namun terpisah. Posisinya sama, Muhammad di kiri, Yesus di tengah, dan Gautama di kanan. Silakan tengok halaman berikut untuk mengetahui lebih lanjut tentang lukisan tersebut.
Namun banyak dari komentar yang masuk merasa tersinggung terhadap lukisan tersebut. Bisa jadi juga terhadap saya selaku pemilik blog ini, yang dengan lancangnya menghina nabi besar mereka dengan memasang lukisan tersebut. Kita memang bangsa yang mudah tersinggung, saya pun bisa tersinggung, namun itu manusiawi.
Dari respon-respon tersebut–dengan sepihak–saya menyimpulkan yang membuat pembaca tersinggung adalah karena terdapat Muhammad dalam lukisan tersebut. Sepengetahuan saya (juga dari komentar mbak dita_disini) wajah Muhammad tidak boleh diabadikan dalam lukisan. Menurut beberapa teman, dalam buku cerita bergambar pun Muhammad selalu disensor (digantikan?) dengan sebuah kristal bertuliskan Muhammad dalam bahasa Arab.
Oh ya, Christina Varga pun menulis sebuah catatan tentang ini.
Mohammed the Prophet
(peace be upon him)
stands before the green domed mosque of Medina called the Prophet’s Mosque. Because it is forbidden to represent his face calligraphy commanding all to maintain a pure body and spirit and declaring the greatness of Allah the one True God covers it. Mohammed’s hands are in a position of Surrender – the definition of Islam. His halo represents the flames surrounding his body in Islamic iconography. The hand in the sky is that of his cherished daughter Fatima and represents the five pillars of Islam: declaration of faith, formal prayer, charity, to fast in the month of Ramadan, and to perform a pilgrimage to the Ka’bah in Makkha at least once in a lifetime.
Namun ada sebuah komentar menarik dari bung bodrox, yaitu dalam Islam, ada ketentuan tidak mempresentasikan Muhammad dalam bentuk apapun, baik lukisan, patung, apalagi kartun. Saya jadi bertanya-tanya, mana yang sebenarnya BENAR dalam Islam, diharamkan melukiskan wajahnya atau dirinya seutuhnya.
…tunggu, saya juga ingin bertanya apa sebenarnya yang membuat pembaca tersinggung. Apakah karena penggambaran Muhammad (meskipun tanpa wajah), atau karena tidak sudi tokoh suci agamanya masing-masing disejajarkan dengan tokoh suci agama lain?
Tanpa banyak melengceng kesana kemari lagi, dengan ini saya meminta maaf jika tulisan saya sebelumnya menyinggung perasaan para pembaca yang sangat mencintai Muhammad.
Terkadang kita tidak sadar apa yang kita lakukan dapat menyinggung perasaan umat beragama. Dengan standar ganda, tentunya.
* gambar dicomot dari lukisan karya Christina Varga
Hari Kamis, 4 Juni 2009 pukul 13:35 WIB
Kenapa tersinggung karena dilukiskan sih? Bukan mukanya ini yang digambar *komentar tak edukatif*
Setidaknya di sini Muhammad dilukiskan secara agung kan? Tidak dijelek-jelekkan. Kalau udah dilukis secara agung aja masih protes saya jadi heran ini umatnya yang goblok apa gampang tersinggung? Yah, kalau ud bicara ke larangan pelukisan itu sih angkat tangan ya…
Eh, Bang Gun…tertarik ngebahas kenapa Muhammad ga boleh digambar tidak?
Hari Kamis, 4 Juni 2009 pukul 13:36 WIB
Btw, saya jadi ingat diskusi ringan beberapa teman saya tentang pandangan membumikan sosok Muhammad dengan segala kemanusiaannya.
Hari Kamis, 4 Juni 2009 pukul 14:27 WIB
Dimaafken…
Hari Kamis, 4 Juni 2009 pukul 14:59 WIB
gampang tersinggung tapi katanya juga gampang lupa…
Hari Kamis, 4 Juni 2009 pukul 15:16 WIB
Hari Kamis, 4 Juni 2009 pukul 16:26 WIB
Aku juga nggak merasa tersinggung sama sekali. Bukankah tujuan awal pada saat itu tidak boleh menggambar Muhammad SAW serta sanak-saudaranya itu adalah orang tidak mengidolisasikan gambarnya saja, ketimbang menyembah Tuhan yang sebenarnya.
Ini gambarnya tidak ada maksud menjelekkan, malah, kalau dari pandanganku, justru mengagungkan Muhammad SAW sebagai salah satu figur agama utama kan… Beda perihalnya dengan komik yang waktu itu menjelekkannya. Diriku sih tersinggung bukan karena digambarnya, tetapi karena di-portray dengan jelek dan tidak benar. Yang selama ini kuanggap haram itu yang karena kedua ini.
Gambar ini tidak bertujuan untuk disembah, atau menjelek-jelekkan. Jadi, aku juga tidak bermasalah dengan ini gambar. Justru aku anggap sangat kreatif, dan sudah cukup considerate dan penuh respek oleh pembuatnya untuk tidak menggambarkan wajahnya. Wajah yang menjadi identitas utama seseorang toh nggak ada, malah diganti dengan kaligrafi yang indah, heheh~
Hari Kamis, 4 Juni 2009 pukul 16:58 WIB
saya sih berpandangan positif terhadap postingannya gun, tapi yah tetap saja orang2 melihat lain.

bisa sampe menjadikan provokasi bagi segelintir orang.
Hari Kamis, 4 Juni 2009 pukul 17:03 WIB
Apapun bisa dijadikan provokasi kalau dipikir secara negatif, kang.

Kuncinya ya dibaca baik-baik dan cari tahu. Ya, tulisan saya sebelumnya berupa pertanyaan, tentang siapa pelukisnya. Itu saja, tanpa tendensi dan niat apa-apa.
Di webnya Varga sendiri dia memberikan pujian terhadap Muhammad dan menghormatinya dengan tidak melukiskan wajahnya.
Salut sudah berpikir positif! *angkat gelas*
Hari Kamis, 4 Juni 2009 pukul 18:03 WIB
0) Sepengetahuan saya sikap anikonisme Islam atas representasi Muhammad itu sendiri ada waktunya juga, tidak murni dan linear sejak lahirnya agama ini. Umat Islam sendiri lazim membuat ilustrasi Muhammad (terutama Persia) — kadang ‘disensor’, kadang tidak. Lalu lambat laun berkembang menjadi tabu seperti sekarang.
1) Walaupun mungkin ada yang tersinggung (lagi), ya harap diingat saja bahwa niat pelukisnya saya rasa tidak jahat. Tidak suka, maka tidak usah dilihat. Bukan begitu?
2) Meski demikian, buat saya pribadi, justru terkesan makin dikultuskan dan disembah-sembah apabila seseorang tidak boleh dibuatkan representasinya. Tapi itu pendapat saya saja.
3) Terakhir, apapun persona yang ada di dalamnya; lukisan itu tidak bagus.
Hari Kamis, 4 Juni 2009 pukul 18:26 WIB
Personally, saya sih suka lukisan ini.
Dan saya juga setuju dengan poin kedua Kgeddoe, kesannya Nabi Muhammad itu sejajar dengan Tuhan malah..
*mengutukpenemukamerayangtidaklahirpadajamannabisaja*
Hari Jumat, 5 Juni 2009 pukul 9:18 WIB
overall saya gak masalah! lagipula kalo dari keterangan dari website juga gak ada niat buruk.
Jadi bener kata @Kgeddoe dan @Nazieb, itu menurut saya loh.
Hari Jumat, 5 Juni 2009 pukul 9:39 WIB
Saya setuju dengan Kgeddoe.
Dan,lukisan itu memang tidak memesona, tetapi dia memiliki nilai-nilai persepsi sang pelukis yang tentunya dilatarbelakangi sebuah pengalaman mendalam tentang ketiga agama yang dibawa oleh tiga Nabi tersebut.
Hari Jumat, 5 Juni 2009 pukul 10:08 WIB
Ayo siapkan mesin waktu, bawa kamera digital dan kembali ke abad 6. Kita ambil foto Mohammad
Hari Jumat, 5 Juni 2009 pukul 16:54 WIB
Saya tidak tersinggung lho mas
![:-] :-]](http://gun.web.id/smilies/yahoo_whistling.gif)
Bahkan kalau wajah saya mau dilukis atau dijadikan inspirasi ndak papa juga lho, monggo, ndak usah sungkan
*narsis sedikit
*
Hari Jumat, 5 Juni 2009 pukul 22:52 WIB
:mrgreen:
Hari Jumat, 5 Juni 2009 pukul 22:53 WIB
Hari Jumat, 5 Juni 2009 pukul 23:37 WIB
saya ndak suka orang suci dari agama saya disejajarkan dengan orang (yang nggak) suci dari agama lain!
hapus lukisan itu!!!![:-] :-]](http://gun.web.id/smilies/yahoo_whistling.gif)
*ada yang mendukung komen saya ndak?*
Hari Sabtu, 6 Juni 2009 pukul 7:35 WIB
(lmao) ndak jadi komentar beneran gara-gara komentarnya Joe Satch.
Hari Senin, 8 Juni 2009 pukul 17:37 WIB
i put my faith on God.
Not picture
Hari Senin, 8 Juni 2009 pukul 21:51 WIB
Saya bukan penyembah gambar, Gun +_+
Hari Senin, 8 Juni 2009 pukul 21:55 WIB
Lha makin nggak jelas ini maksud komen-komennya. Bisa bikin salah tangkap nih.![:-] :-]](http://gun.web.id/smilies/yahoo_whistling.gif)
Hari Jumat, 12 Juni 2009 pukul 13:24 WIB
Anikonisme itu kan sudah tradisi… para ulama juga sudah membenarkan. Ngapain dipertanyakan lagi? Pertahankan apa yang sudah jadi kebiasaan di agama dong. Masa perintah agama dilanggar.
Pokoknya lukisan ini haram. Saya tersinggung. Saya tidak suka.
…semoga bukan itu alasannya.
Hari Senin, 22 Juni 2009 pukul 22:33 WIB
yah benar, tujuannya tidak boleh digambarkan, kan agar supaya tidak menyembah atau mengidolakan gambarnya.. yang perlu diteladani adalah sifat-sifat dan perbuatan2 nya, bukan dia ganteng ato tidak, atau seperti apa rupanya, dll.. intinya bagi saya, selama dia menggambar bukan dalam niatan buruk, malah baik seperti ini, ya ndak ada salahnya tho…
Hari Minggu, 19 Juli 2009 pukul 9:25 WIB
Hari Minggu, 19 Juli 2009 pukul 12:20 WIB
kami mau karna kami gak menuhankannya.gak kayak kalian dah tahu manusia masih disembah gobloook.
Hari Senin, 3 Mei 2010 pukul 23:24 WIB
Good… I like that…
Selama niatnya baik dan menambah keimanan kenapa ga boleh, yang ga boleh khan menyembahnya.