tak hanya titik di penghujung kalimat itu, bahkan torehan kata tamat pun tak akan sanggup merenggut kau daripadaku

“Jemaat HKBP telah mengajukan izin ke Bupati Bekasi sejak 2008 lalu, tetapi sampai saat ini belum mendapat respon.”
Gereja Diblokade, Jemaat Kebaktian di Kantor Desa | tempointeraktif
Pihak Gereja HKBP Philadelpia Desa Jejalen, Bekasi, mungkin keliru karena mendirikan gereja tanpa izin resmi dari pemerintah daerah. Namun ke mana saja Pemerintah Kabupaten Bekasi sampai tidak pernah merespon izin pendirian gereja sejak 2008 lalu? Jika memang tidak memenuhi syarat, lakukan penolakan dengan alasan rasional dan faktual.
Sekali lagi konflik terkait pembangunan rumah ibadah. Nampaknya birokrasi dan agama non-mayoritas masih belum bisa akur di Indonesia. Bisa jadi juga karena faktor uang, yang memang sudah menjadi rahasia umum negeri ini. Entahlah.
Gus Dur mungkin bersedih di alam sana, tidak hanya karena birokrat yang tidak profesional, namun juga karena masyarakat yang mudah terprovokasi sehingga menolak kebhinekaan religi.
* foto dari forum kaskus.us
Hari Minggu, 3 Januari 2010 pukul 19:34 WIB
selalu cerita lama dengan kemasan baru. oh indonesia-ku!
Hari Minggu, 3 Januari 2010 pukul 19:39 WIB
*uhuk* Masjid di sini (sorong, papua barat) gampang banget dibangun.
*ngeliatin pembangunan masjid baru di dekat kmplx, pdhl ada 2 masjid lain yang tidak begitu jauh*
Hari Minggu, 3 Januari 2010 pukul 21:20 WIB
Mari menunggu suara-suara dari Pura, Klenteng, Wihara, dan Sinagog lain…
Hari Minggu, 3 Januari 2010 pukul 21:45 WIB
Mungkin alasan takut murtad, dan alasan-alasan yang tidak masuk akal dan fakta-fakta yang cukup, Gun! Seperti kristenisasi, atau apalah namanya.
Seharusnya sebagai mayoritas, tidak ada salahnya kalau minoritas dihargai dalam keseharian, karena pada satu titik koordinat bumi, boleh jadi mereka mayoritas, tapi di titik lain, pasti ada saudara mereka yang minoritas, lalu apa pendapat mereka kalau saudara mereka yang minoritas nun jauh disana diperlakukan seperti itu?
Ah, sudahlah, kita berdoa saja
*menunduk khusuk*
Hari Senin, 4 Januari 2010 pukul 2:06 WIB
wong cuma dipakek seminggu sekali thok
Hari Senin, 4 Januari 2010 pukul 4:57 WIB
Derita kaum minoritas di negeri ini lagi?? Atau semata soal uang?
Duh, Indonesia…
Hari Senin, 4 Januari 2010 pukul 9:22 WIB
Nyanyikan bersama-sama!
I fought the law and then I won…
I fought the fundies and I won…
(Asline.
)
Hari Senin, 4 Januari 2010 pukul 21:46 WIB
Mesjid di Jayapura juga begitu gampang dibangun, dan lokasinya juga saling berdekatan.
Walopun sebenarnya saya lebih tak tahan suara bising dari pengeras suara mereka daripada kuantitas bangunannya.Hari Selasa, 5 Januari 2010 pukul 13:01 WIB
never ending story?
Hari Rabu, 6 Januari 2010 pukul 15:53 WIB
Setiap perbuatan ada akibatnya, biarlah mereka menuai apa yg mereka tabur bila saatnya tiba. _/\_
Hari Kamis, 7 Januari 2010 pukul 1:14 WIB
Jika mau memahami dan mengerti, akan lebih baik.
Gereja tidak hanya berkegiatan seminggu sekali. Mungkin yang njenengan maksud seminggu sekali itu kebaktian/misa? Sayang sekali itu juga nggak seminggu sekali. Sabtu jalan, Minggu apalagi.
Gereja berkegiatan hampir setiap hari.
Indah bukan jika mau mengerti? Dan berkomentar dengan terisi pemahaman — bukan sekadar teriak-teriak melaang tapi tidak tahu apa-apa.
Hari Jumat, 8 Januari 2010 pukul 14:19 WIB
*lirik komen di atas*
lha masjid yg kegiatannya seharusnya paling gak sehari Lima kali aja cuma penuh seminggu sekali
”
*ngomen habis jumatan*
Hari Jumat, 8 Januari 2010 pukul 16:45 WIB
Update berita nih, Ternyata di negeri jiran sedang terjadi pembakaran terhadap gereja. Tau dari bung DV :
Hari Jumat, 15 Januari 2010 pukul 15:28 WIB
Kalau mau formal, harus ngurus ijin ke depag dulu mas, syaratnya agak susah …
Meski masyarakat sekitar-pun TIDAK keberatan, syarat lain-lainnya cukup membutuhkan kerja keras.
Hari Jumat, 25 Juni 2010 pukul 9:18 WIB
ijin dulu lah susah amat
Hari Kamis, 1 Juli 2010 pukul 11:05 WIB
inilah wajah manusia indonesia yg tidak bisa menerima segala bentuk perbedaan…