tak hanya titik di penghujung kalimat itu, bahkan torehan kata tamat pun tak akan sanggup merenggut kau daripadaku

Duapuluhtujuh Desember Duaribudelapan. Tragedi berdarah di Jalur Gaza.
Israel melancarkan serangan udara, operasi Mivtza Oferet Yetzukah, terhadap Jalur Gaza sebagai balasan atas roket-roket Hamas yang meneror wilayah Israel. Ratusan orang tewas. Dunia langsung bereaksi. Sebagian besar mengutuk.
Tapi kadang mereka yang mengutuk itu lupa. Yang mereka kutuk bukan lagi kekejaman perang Israel, namun juga kutukan dan kebencian terhadap Yahudi. Israel dicampuradukkan dengan Yahudi, dan vice versa. Negara disamakan dengan etnis. Lantas apa bedanya ini dengan rasis atau etnosentris? Saya yakin tuhan tidak menciptakan suatu etnis hanya untuk dikutuk olehnya dan oleh umatnya.
Dan mereka yang mengutuk tidak tahu [atau ada juga yang tidak mau tahu], ada banyak orang Yahudi yang menentang perang tersebut. Seperti Neturei Karta, International Jewish anti-Zionist Network, Jews Against The Occupation, atau mereka yang turun ke jalanan bergandengan tangan bersama tanpa membedakan golongan, agama, dan etnis, menyerukan kedamaian di Timur Tengah.
Solidaritas buta tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
* foto oleh pixel.eight – www.flickr.com/photos/pixel-eight
Hari Minggu, 27 Desember 2009 pukul 9:55 WIB
wow. Postingannya sampe 31 desember nih?
Hari Minggu, 27 Desember 2009 pukul 11:43 WIB
Ya kita lihat saja nanti.
Hari Minggu, 27 Desember 2009 pukul 14:01 WIB
Kalo sampai 31 Desember hebat lah, Gun
Solidaritas buta penyebabnya apa?
Hari Minggu, 27 Desember 2009 pukul 17:09 WIB
tahun depan setiap hari ya? judulnya gini aja.. hihihihi
Hari Minggu, 27 Desember 2009 pukul 17:14 WIB
Foto Ahmadinejad yang mencium pipi Rabbi Yahudi itu kurang populer ya kayaknya?
Sebagian orang yang fans berat Ahmadinejad kayaknya mengabaikan keadaan bahwa idolanya juga mau bercengkrama dengan orang Yahudi.
Hari Minggu, 27 Desember 2009 pukul 17:28 WIB
Ya kayaknya diabaikan saja. Btw, Yahudi yang sangat dekat dengan Ahmadinejad itu orang-orang ortodoks Neturei Karta.
Yahudi sendiri nggak homogen. Misalnya para Rabbi dan Yahudi di London (seperti yang ada di foto pada tulisan ini) yang menentang Zionisme dan perang di Timur Tengah. Cek ini dan ini.
Saya prihatin dengan segala pemukulrataan yang ada. Ketika Arab disamakan dengan Islam. Barat dengan Kristen. Dan yang ini, kejahatan perang Israel ditimpakan kepada seluruh orang Yahudi.
Hari Minggu, 27 Desember 2009 pukul 18:37 WIB
solidaritas buta, saya suka kata-kata itu. Yang penting teriak ganyang tanpa tau alasannya mengapa mereka berteriak begitu
Hari Minggu, 27 Desember 2009 pukul 19:39 WIB
masalah di sana gak beres-beres ya.. dan kayanya gak akan pernah beres deh..
Hari Senin, 28 Desember 2009 pukul 9:00 WIB
Kenapa perang Israel menjadi isu agama mungkin karena pengaruh lokasi-nya Gun. Dulu kan Crusade terjadinya di situ-situ juga. Jadi kebanyakan berasumsi bahwa perang saat ini ya Crusade versi modern.
Hari Senin, 28 Desember 2009 pukul 12:45 WIB
padahal yg benci itu meyakini bahwa semua bayi terlahir suci
Hari Senin, 28 Desember 2009 pukul 13:23 WIB
Rasanya saya lebih condong ke pesoalan “etnis” ketimbang “agama”. Nah permasalahannya adalah ketika etnisitas atau kesukubangsaan Yahudi dicampuradukkan dengan agama Yahudi. Padahal berbeda.
Hari Selasa, 29 Desember 2009 pukul 9:29 WIB
sebar luasin Rud, biar ummat mayoritas di Indonesia ga salah kaprah
Hari Selasa, 29 Desember 2009 pukul 11:40 WIB
mungkin karena politik yang dicampuradukkan dengan agama ya.. orang asal memihak padahal konteksnya udah beda
Hari Minggu, 3 Januari 2010 pukul 12:20 WIB
kalo israel dan yahudi memang jelas dua hal yang berbeda. tapi kalo yahudi dan zionisme gimana? bisa disamakan?
wah, sepertinya saya perlu lebih banyak baca referensi tentang tiga kata kunci tersebut
Hari Minggu, 3 Januari 2010 pukul 14:51 WIB
Untuk membedakannya, jelas harus menentukan konteks Yahudi sebagai “etnis” atau sebagai “agama” (Yudaisme).
Nggak semua orang yang terlahir sebagai etnis Yahudi beragama Yahudi (Yudaisme). Sebagian kecil ada yang beragama Kristen. Dan nggak semua yang beragama Yahudi (Yudaisme) berasal dari etnis Yahudi. Madonna dan Jennifer Aniston misalnya, yang memeluk Kaballah — salah satu aliran agama Yahudi (Yudaisme).
Kebanyakan orang masih mencampuradukkan konsep etnis dan agama Yahudi (Yudaisme).
Zionisme sendiri berangkat dari interpretasi agama Yahudi (Yudaisme) terhadap kitab sucinya.
Tapi, nggak semua yang beragama Yahudi setuju akan Zionisme. Seperti agama-agama lainnya, misalnya Islam (Sunni dan Syiah), agama Yahudi (Yudaisme) juga memiliki banyak aliran, misalnya Yudaisme Rabbaniyyah (Rabbinite) dan Yudaisme Karaiyyah (Karaite). Dan dari aliran-aliran itu, ada sub-aliran yang menentang Zionisme dan juga menolak pendirian negara Israel. Noturei Karta misalnya, yaitu aliran Yahudi Ortodoks yang menyerukan stop Zionisme karena menurut interpretasi mereka Zionisme yang sekarang ini nggak sesuai dengan kitab suci, dan hanya sang juru selamat atau Messiah atau Imam Mahdi lah yang berhak mengumpulkan bangsa Yahudi dalam satu region (tentu bukan dengan bentuk pemaksaan seperti sekarang). CMIIW. Jika pernah dengar kemesraan Ahmadinejad sampai-sampai berpelukan dengan Yahudi, maka yang dimaksud adalah Noturei Karta ini.
Karena itu, mohon, jangan menyamaratakan Yahudi dan mencampuradukkan antara etnis dan agama Yahudi (Yudaisme).
Melaknat pukul rata semua Yahudi sama saja dengan mereka yang menyebut Islam sebagai teroris.
Hari Senin, 4 Januari 2010 pukul 17:33 WIB
Di tanggal ini di tahun 2009 saya menikah…![:-] :-]](http://gun.web.id/smilies/yahoo_whistling.gif)
Hari Jumat, 8 Januari 2010 pukul 14:07 WIB
ets,ternyata untuk kata Yahudi ada dua konteks to.. dulunya saya pikir judaism=yahudi=jewish (dalam hal segalanya)
*ngumpet*
Hari Jumat, 25 Juni 2010 pukul 9:19 WIB
zionisme itu laknat